Hematologi I
HEMATOLOGI
Hematologi yaitu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan jaringan limforetikuler serta kelainan-kelainan yang timbul. Hematologi ini mempelajari baik dalam keadaan fisiologik maupun patologik organ-organ sehingga hematologi meliputi bidang ilmu kedokteran dasar maupun bidang kedokteran klinik. Hematologi merupakan divisi tersendiri yang bergabung dengan subdisiplin onkologi medik. Hematologi ini membahas hematologi dasar, klinik dan imunohematologi.
Gangguan pada hematologi yaitu gangguan pada pembentukan sel darah merah, meliputi penurunan dan peningkatan jumlah sel (polisitemia). Penurunan pada jumlah sel darah merah ditemukan pada penyakit kronis, seperti penyakit hati, anemia dan leukemia, sedangkan pada polisitemia ditemukan penderita diare, dehidrasi berat, luka bakar, maupun pendarahan berat.
Ada 10 pembentukan sel darah yaitu :
1. Pembentukan sel darah (hemopoiesis) terjadi pada awal masa embrional, sebagian besarnya pada hati dan sebagian kecil pada limpa
2. Dari kehidupan fetus hingga bayi dilahirkan, pembentukan sel darah berlangsung dalam 3 tahap, yakni: Pembentukan di saccus vitellinus, Pembentukan di hati, kelenjar limfe, dan limpa dan Pembentukan di sumsum tulang
3. Pembentukan sel darah mulai terjadi pada sumsum tulang setelah minggu ke-20 masa embrionik
4. Dengan bertambahnya usia janin, produksi sel darah semakin banyak terjadi pada sumsum tulang dan peranan hati dan limpa semakin berkurang
5. Sesudah lahir, semua sel darah dibuat pada sumsum tulang, kecuali limfosit yang juga dibentuk di kelenjar limfe, tymus, dan lien
6. Pada orang dewasa pembentukan sel darah diluar sumsum tulang (extramedullary hemopoiesis) masih dapat terjadi apbila sumsum tulang mengalami kerusakan atau mengalami fibrosis
7. Sampai dengan usia 5 tahun, semua tulang dapat menjadi tempat pembentukan sel darah. Tetapi sumsum tulang dari tulang panjang, kecuali bagian proksimal humerus dan tibia, tidak lagi membentuk sel darah setelah usia mencapai 20 tahun
8. Setelah usia 20 tahun, sel darah diproduksi terutama pada tulang belakang, sternum, tulang iga dan ileum
9. 75% sel pada sumsum tulang menghasilkan sel darah putih (leukosit) dan hanya 25% menghasilkan eritrosit
10. Jumlah eritrosit dalam sirkulasi 500 kali lebih banyak dari leukosit. Hal ini terjadi karena usia leukosit dalam sirkulasi lebih pendek (hanya beberapa hari) sedangkan erotrosit rata-rata 110-120 hari.
Darah adalah jaringan khusus yang berbeda dengan organ lainnya, karena darah berbentuk cairan. Jumlah darah di dalam tubuh yaitu 6-8% berat tubuh total. Darah merupakan komponen esensial makhluk hidup. Dalam keadaan fisiologik , darah selalu berada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya. Darah manusia terdiri dari 2 komponen , yakni cairan darah (plasma darah) dan komponen padat (butir-butir padat atau platelet). Apabila darah disentrifugasu, lalu didiamkan sebentar, kemudian darah akan mengendap dan menunjukkan komponen utamanya, pada bagian paling atas merupakan plasma darah (cairan berwarna pucat) yang dengan jumlahnya berkisar 55 % sedangkan pada lapisan dibawah adalah buffy coat (lapisan kuning) yang merupakan sel darah putih, dan sisanya lebih kurang 45% berupa sel darah merah.
Pemeriksaan panel hematologi (hemogram) terdiri dari leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, indeks eritrosit dan trombosit. Pemeriksaan hitung darah lengkap terdiri dari hemogram ditambah leukosit diferensial yang terdiri dari neutrofil, basofil, eosinofil, limfosit dan monosit.
Daftar Pustaka
Riadi,W. 2011. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi. UI press, Jakarta.
permasalahan :
1. Bagaimana rentang nilai normal hematologi antara bayi/anak dengan orang dewasa? apakah perbedaanya
2. Penyakit leokosit dalam darah tinggi sampe 33 rb/mmk, bagaimana penanganannya ? apa penyebabnya
3. Bagaimana indikasi pemerikasaan darah lengkap ?
Saya akan membantu menjawab nomor 1.. Rentang nilai normal hematologi bervariasi pada bayi, anak anak dan remaja, umumnya lebih tinggi saat lahir dan menurun selama beberapa tahun kemudian. Nilai pada orang dewasa umumnya lebih tinggi dibandingkan tiga kelompok umur
BalasHapusdi atas. Pemeriksaan hemostasis dan koagulasi digunakan untuk mendiagnosis dan memantau pasien dengan perdarahan, gangguan pembekuan darah, cedera
vaskuler atau trauma.
Terimakasii blok ini sangat membantu
BalasHapusHai faraa.riska izin menjawab pertanyaan no 2.jadi ada banyak penyebab yang membuat sel darah putih tinggi. Penyebab paling umum adalah infeksi dan kondisi ini akan berangsur normal setelah infeksinya teratasi. Jika tetap naik, maka harus diperiksa.
BalasHapusKarena ada banyak tipe sel darah putih. Tipe yang berbeda perlu penanganan berbeda. Jika limfosit yang tinggi, mungkin disebabkan kondisi yang disebut leukemia limfositik kronis. Jika neutrofil dan pendahulunya yang tinggi, mungkin disebabkan leukemia myeloid kronis. Namun, jika sel kecil yang disebut ‘blasts’ yang tinggi, perlu diwaspadai karena mungkin disebabkan oleh leukemia akut yang memerlukan penanganan segera.
Helloww kakakk..
BalasHapusDisini saya akan coba menjawab pertanyaan nomor 3 tentang pemeriksaan darah lengkap. Nah, pemeriksaan darah lengkap ini perlu dilakukan jika seseorang ingin mendeteksi penyakit yang tengah dialami tanpa gejala atau memantau kondisi kesehatan ketika peserta tengah menjalani pengobatan lain. Pemeriksaan darah lengkap termasuk dalam serangkaian medical check up guna mendeteksi adanya penyakit anemia, infeksi, masalah pembekuan darah, serta kanker darah. Biasanya penyakit yang diperiksaan pasti berkaitan dengan darah seperti anemia, leukimia dan gengguan pembekuan darah. Sehingga, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan Hemoglobin, hematokrit, trombosit, sel darah merah, sel darah putih dan juga gula darah.
Semoga jawaban saya dapat membantuuu :))
Hai kakak, artikelnya sangat bermanfaat,
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan no.3.
Pemeriksaan darah lengkap adalah tes darah yang dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam tubuh. Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, sekaligus mendeteksi lebih awal penyakit yang mungkin terjadi. Dalam pemeriksaan darah lengkap, ada tiga jenis sel darah yang akan dihitung oleh petugas laboratorium, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Batas normal untuk kadar masing-masing sel darah ini tergantung pada usia dan jenis kelamin. Jumlah sel darah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menandakan adanya gangguan atau kondisi medis tertentu.
Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat ����
BalasHapus