HEMATOLOGI II

 HEMATOLOGI II

Hemolisis adalah pecahnya membran eritrosit, sehingga hemoglobin bebas kedalam medium sekelilingnya (plasma). Kerusakan membrane eritrosit dapat disebabkan oleh antara lain penambahan laturan hipotonis, hipertonis kedalam darah, penurunan tekanan permukaan membran eritrosit, zat/unsur kimia tertentu, pemanasan dan pendinginan, rapuh karena ketuaan dalam sirkulasi darah. Bila membran tidak kuat lagi menahan tekanan yang ada dalam sel eritrosit itu sendiri, maka sel akan pecah, akibatnya hemoglobin akan bebas ke dalam medium sekelillingnya. Sebaliknya bila eritrosit berada pada medium yang hipertonis, maka cairan eritrosit akan keluar menuju ke medium luar eritrosit (plasma), akibatnya eritrosit akan keriput (krenasi). Keriput ini dapat dikembalikan dengan cara menabahkan cairan isotonis ke dalam medium luar eritrosit (plasma).

Hemostatis adalah proses dimana darah dalam sistem sirkulasi tergantung dari kontribusi dan interaksi dari 5 faktor, yaitu dinding pembuluh darah, trombosit, factor koagulasi, sistem fibrinolysis, dan inhibitor. Hemostatis bertujuan untuk menjaga agar darah tetap cair di dalam arteri atau vena, mencegah kehilngan darah karena luka, memperbaiki aliran darah selama proses penyembuhan luka. Koagulasi (pembekuan) yang merupakan salah satu proses hemostasis terpenting terapi untuk tetap mengalir darah harus cair. Oleh karena itu dalam keadaan fisiologis, disamping mekanisme koagulasi juga ada suatu mekanisme lain dengan efek antogonis yang bertujuan  untuk mengimbangi mekanisme koagulasi dan memelihara agar darah tetap cair, diantaranya yaitu proses fibrinolysis.

Mekanisme hemolisis
Hemolisis berarti pemendekan kemampuan hidup eritrosit. Keadaan ini di kompensasi oleh peningkatan eritropoetin untuk meningkatkan eritropoesis. Sumsum tulang dapat meningkatkan pembentukan eritrosit 5 – 6 kali sebagai konpensasi terhadap usia eritrosit yang memnedek menjadi 20-30 hari. Jika sumsum tulang tidak dapat mengkompensasi, terjadi anemia hemolitik. Penyebab anemia hemolitik ada yang diturunkan dan didapat. Factor congenital didapat saling berinteraksi. Oleh sebab itu, kelainan yang diturunkan seperti defisiensi glukosa 6 – fosfatdehidrogenase (glucose – 6 – phosphate dehydr – ogenase, G6PD). Hanya akan muncul setelah sel terpapar dengan stress oksidan yang tidak biasa.

 Fibrinolisis
Fibrinolisis (koagulasi) adalah respons hemostatik yang normal terhadap kerusakan vascular. Plasminogen (suatu proenzim dalam darah dan cairan jaringan) di ubah menjadi plasmin (protease serin) oleh activator activator, baik dari dinding pembuluh darah (aktivasi intrinsic) atau dari jaringan (aktivasi entrinsik). Fibrinolisis juga merupakan proses penghancuran deposit fibrin oleh system fibrinolitik sehingga aliran darah akan terbuka kembali. Sistem fibrinolitik merupaan system enzim multi komponen yang menghasilkan pembentukan enzim aktif plasmin. Plasmin menyebabkan degradasi fibrin, meningkatkan jumlah produksi degradasi fibrin yang terlarut.



Mekanisme Fibrinolisis
Plasminogen terkait pada fibrin dan sebagian lagi terdapat bebas didalam plasma. Apabila plasminogen tersebut diaktifkan, akan terbentuk plasmin bebas dan plasmin yang terikat fibrin. Plasmin bebas akan dinetralkan oleh antiplasmin. Apabila plasmin bebas terdapat dalam jumlah berlebihan sehingga melebihi kapasitas anti plasmin, maka plasmin bebas tersebut akan memecah fibrinogen, faktor V dan Faktor VIII (protein pembekuan darah esensial). Plasmin merupakan enzim proteolitik yang akan memecah fibrin menjadi fragmen fragmen yang disebut fibrin degradation product atau FDP. Mula mula fibrinogen diubah menjadi fragmen X dengan memindah ikan c-terminal pada 42 asam amino di rantai beta, yang selanjutnya di pecah dan membentuk fragmen Y. Fragmeni Y akan di pecah leh plasmin menjadi fragmen D dan E. Dan dua fragmen D ini lah yang selanjutnya dikenal dengan nama D-dimer. D-dimer adalah produk degenerasi fibrin yang berguna untuk mengetahui formalitas pembentukan bekuan darah atau kejadian tromotik untuk menilai adanya pemecahan bekuan atau proses fibrinolitik.
Pada umumnya FDP merupakan inhibitor pembekuan darah terutama fragmen Y yaitu dengan cara menghambat kerja krombin dan menghambat polimersasi fibrin. Selain itu, FDP juga mengganggu fungsi trombosit. Pada proses selanjutnya FDP akan dibersihkan dari sirkulasi darah oleh hati dan RES. Dengan cara ini, fibrinolisis secara enzimatis mengatur pembentukan fibrin sewaktu terbentuk di tempat pengendapan fibrin. Dalam hal ini, fibrinoiisadalah bagian yang amat intergral pada hemostasis normal. Plasmin memiliki afinitas tinggi terhadap fibrinogen dan fibrin. Pembentukan plasmin terjadi dari plasminogen protein plasma inaktif, dan proses ini di picu oleh aktifator plasminogen. Aktifator aktifator ini dapat dirangsang oleh factor Hageman aktif (factor XIIa) dalam system koagulasi, kalikrein, dan aktifator plasminogen lain yang di bebaskan oleh berbagai jaringan.
Aktivaktor plasminogen merupakan enzim proteutik, kecuali streptokinase yang akan mengikat plasminogen membentuk kompleks streptokinase-plasminogen yang mempunyai aktifitas sebagai aktifator plasminogen aktifator plasminogen jaringan (tPA) mempunyai afinitas tinggi terhadap fibin. Suatu aktifator plasminogen jaringan (Tpa) spesifik yang di bebaskan di tempat kerusakan pembuluh darah mugnkin merupakan aktfator paling penting, mengubah plasminogen menjadi plasmin di dalam bekuan fibri di tempat cedera. Aktifator ini memilik afinitas sangat tinggi terhadap fibrin dan bukan fibrinogen, sehingga pengaktifan fibrinolisis terlokalisasi di dalam bekuan dan tidak di dalam darah yang bersirkulasi. Plasma normal mengandung 10-20 mg/dl zat precusor plasmnogen.


Inhibitor plasmin adalah substansi yang dapat menetralkan plasmin dan disebut sebagai anti plasmin. Bermacam-macam anti plasmin terdapat di dalam plasma, seperti alfa-2 plasmin inhibitor, alfa-2 makroglobulin, alfa-1 antitripsin dan AT. Yang kerjanya paling cepat adalah alfa-2 plasmin nhibitor. Saat ini telahdikenal inhibitor yang bekerja terhadap aktifator plasminogen yang di sebut pasminogen aktifator inhibitor atau PAI, yang di beri nomor urut oleh internasional committee on thrombosis and haemostasis. PAI-1 atau endothelial cell-type PAI adalah suatu lipoprotein yang di sintesis oleh sel endotel. Di samping itu PAI-1 juga di sintesis oleh kultur sel hati, sel melanoma, fibrolast paru-paru , fibro sarcoma, sel granulose dan sel otot polos. Didalam inhibitor ini di dapat juga di temukan di dalam granula alfa dan akan di keluarkan pada proses pelepasan.
Antifibrinolitik adalah golongan obat untuk meningkatkan hemostatis, sedangkan fibrinolisis berkontribusi terhadap perdarahan. Antifibrinolitik memiliki kerja secara ireversibel memblok ikatan lisin pada plasminogen, sehingga untuk mencegah aktivitas plasmin dan penghentian lisis dari fibrin dari fibrin terpolimerasi.
Pada Asam traneksamat termasuk dalam golongan obat antifibrinolitik yang sering dipakai untuk menghentikan perdarahan. Tetapi asam traneksamat banyak dipakai pada saat operasi untuk menghentikan perdarahan, seperti operasi bypass, arteri koroner, dan ortopedi. Tetapi berkembangnya zaman rekan medis klinisi sekarang ini banyak menggunakan asam traneksamat pada kasus perdarahan lainnya, seperti trauma disertai perdarahan, perdarahan intrakranial, pendarahan potspartum, menorrhagia, hifema, epistaksis, dan hemoptisis. Asam traneksamat ini juga di indikasikan pada kasus angioedema herediter, dan melasma.

Etamsilat (Ethamsylate)

Etamsilat atau ethamsylate adalah obat yang bisa digunakan untuk menunda menstruasi atau menghentikan aliran darah yang keluar dari tubuh. etamsilat memiliki interaksi obat yang mampu mengubah kinerja obat dan peningkatan risiko efek samping serius. Tetapi, tidak semua kemungkinan interaksi obat terjadi, sehingga harus tetap konsultasi dengan dokter dan apoteker ketika memiliki obat lain yang dikonsumsi bersamaan. baik itu obat obatan herbal, untuk tidak terjadi risiko buruk yang mungkin terjadi akibat interaksi ethamsylate dengan obat atau senyawa lain. 
Ethamsylate mempunyai merek dagang Dicynone merupakan obat yang bekerja untuk menghentikan aliran darah di pembuluh darah uterus ketika mengeluarkan sel telur atau menstruasi. Biasanya digunakan untuk perdarahan yang berat dan yang tidak normal selama masa menstruasi atau disebut juga dengan menorrhagia, pendarahan luar biasa yang disebabkan pada (IUCD) Intra Uterine Contraceptive Device.
.

Permasalahan 
  1. Jelaskan tentang mekanisme hemolysis dan fibrinolysis?
  2. Bagaimana pemeriksaan hemolysis dan fibrinolysis?
  3. jelaskan fibrinolisis dan fungsi trombosit ?

DAFTAR PUSTAKA
Bain. Jane. Barbara. 2012. Hematologi Kurikulum Inti. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Komentar

  1. Saya akan menjawab pertanyaan no.1
    Hemolisis adalah kerusakan membran sel darah merah yang menyebabkan pelepasan hemoglobin dan komponen intraseluler lainnya ke dalam cairan di sekitarnya. Hemolisis terlihat sebagai warna kemerahan pada serum atau plasma.

    Fibrinolisis merupakan kondisi pecahnya fibrin (salah satu agen pembeku darah yang diproduksi dalam darah sebagai produk akhir koagulasi. Darah juga mengandung enzim fibrinolitik yang berguna mecegah pembentukan gumpalan atau pembekuan darah pada area yang tidak terluka, sehingga tidak akan menghalangi aliran darah, dan juga enzim ini akan menghancurkan fibrin bila luka telah sembuh.

    BalasHapus
  2. Fibrinolisis merupakan mekanisme pecahnya benang fibrin (salah satu agen pembeku darah yang diproduksi dalam darah sebagai produk akhir koagulasi). Darah juga mengandungenzim fibrinolitik yang berguna mecegah pembentukan gumpalan atau pembekuan darah pada area yang tidak terluka, sehingga tidak akan menghalangi aliran darah, dan juga enzim ini akan menghancurkan fibrin bila luka telah sembuh.
    Trombosit berperan penting dalam mengontrol perdarahan. Apabila terjadi cedera vaskuler, trombosit mengumpul pada tempat cedera tersebut. Fungsi utama trombosit adalah pembentuk sumbatan mekanis selama respon haemostati normal terhadap luka vascular

    BalasHapus
  3. Baikla terima kasih, saya akan coba menjawab pertnyaan nomor 2 pada Pemeriksaan laboratorium untuk hemolysis ada tiga cara yaitu :
    1. Gambaran peningkatan pemecahan
    2. Gambaran peningkatan produksi eritrosit
    3. Eritrosit yang rusak:

    Pemeriksaan laboratorium untuk fibrolysis ada beberapa cara yaitu :
    1. Meningkatnya kadar activator plasminogen yang bersikulasi dapat dideteksi dengan adanya pemendekan masa lisis bekuan euglobulin.
    2. Dengan cara metode imunologi.

    BalasHapus
  4. Izin menjawab soal nomor 3🙏 Fibrinolisis merupakan kondisi pecahnya fibrin (salah satu agen pembeku darah yang diproduksi dalam darah sebagai produk akhir koagulasi).Fungsi trombosit yang paling utama adalah membentuk sumbat yang merupakan respons hemostatik normal terjadinya cedera vaskular yang dapat terjadi kebocoran spontan darah melalui pembuluh halus.Terima kasih🙏

    BalasHapus
  5. Baikla terima kasih, saya akan coba menjawab pertnyaan nomor 1 pada Pemeriksaan laboratorium untuk hemolysis ada tiga cara yaitu :
    1. Gambaran peningkatan pemecahan
    2. Gambaran peningkatan produksi eritrosit
    3. Eritrosit yang rusak:

    Pemeriksaan laboratorium untuk fibrolysis ada beberapa cara yaitu :
    1. Meningkatnya kadar activator plasminogen yang bersikulasi dapat dideteksi dengan adanya pemendekan masa lisis bekuan euglobulin.
    2. Dengan cara metode imunologi.

    BalasHapus
  6. Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat ����

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin II

ANTIHISTAMIN

RHEUMATOID ARTHRITIS