RHEUMATOID ARTHRITIS
RHEUMATOID ARTHRITIS
Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit inflamasi sistemik
kronik yang menyebabkan tulang sendi distruksi, deformitas dan mengakibatkan
ketidak mampuan. Tetapi penyakit ini merupakan penyakit persendian sehingga
akan mengganggu aktivitas Penyakit rematik ini juga penyakit yang menyerang
sendi dan menyerang organ atau bagian tubuh lainnya. Secara umum, rematik
adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang
sekitar sendi. Penyakit rematik yang sering ditemukan adalah osteoartritis
akibat degenerasi atau proses penuaan, artritis rematoid ini memiliki penyakit
autoimun dan gout karena asam urat tinggi.
Methotrexate secara farmakologi merupakan obat penghambat
enzim dihidrofolat reductase, yang berfungsi sebagai mengubah asam dihidrofolat
menjadi tetrahidrofolat. Sehingga obat ini dapat mengganggu pertumbuhan sel
ganas tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan normal.
Inhibitor dihidrofolat reduktase, menghambat kemotaksis, efek,anti inflamasi melalui induksi pelepasan adenosine
Farmakodinamik
Farmakodinamik methotrexate adalah menghambat enzim
dihidrofolat reductase, dimana enzim ini mempunyai fungsi untuk merubah asam
dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang digunakan sebagai pembawa gugus satu
karbon sintesis nukleotida purin dan timidilat pada proses sintesis, perbaikan,
dan replikasi sel DNA. Kemudian, methotrexate memiliki efek antimetabolit yang
sensitif pada sel-sel yang aktif berproliferasi, seperti pada sel keganasan,
sel sumsum tulang, sel janin, sel mukosa bukal dan usus, serta sel kandung
kemih. Saat proliferasi sel keganasan dalam jaringan lebih besar daripada di
jaringan normal, methotrexate dapat mengganggu pertumbuhan sel ganas tanpa
menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan normal.
Methotrexate juga ini mempunyai aktivitas imunosupresan yang kuat meskipun mekanisme kerjanya tidak jelas. Dengan obat ini dapat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, reaksi invitro methotrexate menyebabkan pengambilan prekursor DNA terhambat karena distimulasi oleh sel mononuklear. Selain itu ditemukan pula gambaran sel yang mengalami koreksi parsial poliartritis dari hiporesponsivitas sel limpa dan penekanan produksi interleukin II. Karena mempunyai efek imunosupresan ini, methotrexate dapat digunakan untuk mengobati gejala berat rheumatoid arthritis.
Pada psoriasis, tingkat produksi sel-sel epitel di kulit
ditemukan sangat meningkat dari sel-sel epitel normal. Perbedaan dalam tingkat
proliferasi ini adalah dasar penggunaan methotrexate untuk mengendalikan proses
psoriatik.
Farmakokinetik
Resistensi
Resistensi methotrexate pada pengobatan osteosarkoma
disebabkan mekanisme umum resistensi intrinsik, yaitu frekuensi penggunaan yang
tinggi menyebabkan penurunan ekspresi Reduced Folate Carrier (RFC) sehingga
terjadi gangguan transportasi methotrexate. Sedangkan resistensi pada metastasis
paru mungkin karena peningkatan Dihydrofolate Reductase (DHFR) sehingga terjadi
perbedaan lesi primer dan metastasis itu sendiri.
Saya akan menjawab pertanyaan no.1
BalasHapus- Carpal turner syndrome (Nyeri, kesemutan, bahkan mati rasa yang dapat timbl pada jari-jari tangan)
- Penyakit kardiovaskular
- Kerusakan sendi
- Osteoporosis (Pengeroposan pada tulang sehingga mudah patah)
Jawaban pertanyaan no. 3:
BalasHapus- Merokok.
-Terpapar bahan kimia, seperti asbes atau silika.
-Mengalami infeksi bakteri atau virus, serta cedera, misalnya patah tulang atau dislokasi sendi.
assalamualaikum, izin menjawab pertanyaan nomor 3. maaf jika ada kurangnya.
BalasHapusFaktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan kasus RA dibedakan menjadi dua yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi:
1. Tidak Dapat Dimodifikasi
a. Faktor genetik, Faktor genetik berperan 50% hingga 60% dalam perkembangan RA. Gen yang berkaitan kuat adalah HLA-DRB1.
b. Usia, RA biasanya timbul antara usia 40 tahun sampai 60 tahun. Namun penyakit ini juga dapat terjadi pada dewasa tua dan anak-anak (Rheumatoid Arthritis Juvenil). Dari semua faktor risiko untuk timbulnya RA, faktor ketuaan adalah yang terkuat. Prevalensi dan beratnya RA semakin meningkat dengan bertambahnya usia. RA hampir tak pernah pada anak-anak, jarang pada usia dibawah 40 tahun dan sering pada usia diatas 60 tahun.
c. Jenis kelamin, RA jauh lebih sering pada perempuan dibanding laki-laki dengan rasio 3:1. Meskipun mekanisme yang terkait jenis kelamin masih belum jelas. Perbedaan pada hormon seks kemungkinan memiliki pengaruh.
2. Dapat Dimodifikasi
a. Gaya hidup
1. Status sosial ekonomi
2. Merokok
3. Diet
4. Infeksi
5. Pekerjaan
b. Faktor hormonal, Hanya faktor reproduksi yang meningkatkan risiko RA yaitu pada perempuan dengan sindrom polikistik ovari, siklus menstruasi ireguler, dan menarche usia sangat muda.
c. Bentuk tubuh, Risiko RA meningkat pada obesitas atau yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 30.
Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1
BalasHapus1. Cervical myelopathy
Kondisi ini terjadi ketika rheumatoid arthritis menyerang sendi tulang leher dan mengganggu saraf tulang belakang.
2. Carpal tunnel syndrome
Kondisi ini terjadi ketika rheumatoid arthritis menyerang sendi pergelangan tangan, sehingga menekan saraf di sekitarnya.
3. Sindrom Sjogren
Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar air mata dan ludah, sehingga menimbulkan keluhan mata kering dan mulut kering.
4. Limfoma
Limfoma merupakan sejenis kanker darah yang tumbuh pada sistem getah bening.
5. Penyakit jantung
Kondisi ini dapat terjadi bila sistem kekebalan tubuh menimbulkan peradangan di pembuluh darah jantung.
Selain komplikasi akibat penyakitnya sendiri, pengobatan rheumatoid arthritis juga dapat menimbulkan efek samping berupa osteoporosis, yang membuat tulang menjadi rapuh dan rentan patah.
Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapus